Labu Makanan Kesukaan Nabi Muhammad, Ternyata Manfaat dan Khasiatnya Luarbiasa

Labu Makanan Kesukaan Nabi Muhammad, Ternyata Manfaat dan Khasiatnya Luarbiasa

Labu dengan aroma harumnya dapat tercium oleh siapapun yang dekat dengan perkebunan ternyata adalah makanan kesuakaan Rasulullah SAW, meskipun beliau bukanlah orang yang pemilih dalam makanan. Hadist riwayat Muslim, Anas bin Malik sahabat dekat Rasulullah mengatakan, pernah ada seorang penjahit yang mengundang Rasulullah untuk pesta dan makan hidangannya. “Aku pergi bersama dengan Rasulullah ke pesta itu. Dia menyajikan roti gandum, sup labu dan potongan daging. Aku melihat Rasulullah pergi setelah menghabiskan satu piring sup labu, jadi saya selalu menyukai labu sejak saat itu.” Anas bin Malik juga mengatakan dalam hadist yang diriwayatkan Tirmidzi, Nabi sangat menyukai labu. Dia membawa makanan terbuat dari labu dan mengajak makan. “Aku mengambil labu di meletakkan di piringnya karena saya tahu dia menyukainya.” 

Aisyah pun pernah diperintahkan oleh Rasulullah ketika memasak untuk menambahkan labu yang lebih banyak karena dapat memperkuat jantung. Rasulullah memang bukan yang pertama diantara nabi yang memakan labu dan menjelaskan manfaat kesehatannya.  Ketika Nabi Yunus AS keluar dari perut paus, saat membersihkan diri, dia menemukan labu dan memakannya untuk membantu memulihkan kondisi tubuhnya. Tak hanya buahnya, daun labu juga dapat dimanfaatkan untuk obat yang dapat menyembuhkan luka kulit. 

Labu

  • Labu atau Waluh (Cucurbita) mencakup sekelompok tumbuhan merambat anggota suku labu-labuan (Cucurbitaceae) penghasil buahkonsumsi berukuran besar bernama sama. Tumbuhan ini berasal dari benua Amerika, tetapi sekarang menyebar di banyak tempat yang memiliki iklim hangat.
  • Labu mencakup beberapa spesies anggota genus Cucurbita, yaitu C. argyrosperma, C. maxima, C. moschata, dan C. pepo. Dalam beberapa pengertian setempat di Indonesia, waluh disebut sebagai “labu” saja, meskipun sebenarnya labu mencakup kelompok tanaman yang lebih luas, seperti labu air, labu ular, labu siam, dan beligo. Waluh dibedakan dari labu lainnya karena buahnya dimakan yang telah masak (biasanya berwarna jingga), berukuran relatif besar, berbentuk bulat sampai bulat telur dengan lekukan daun buah yang tampak jelas, dan berkulit keras. Pengertian waluh agak bermiripan dengan gabungan pumpkin dan beberapa squashdalam bahasa Inggris.
  • Buah labu berwarna oranye karena mengandung beta-karotena (salah satu provitamin A dan juga sebagai antioksidan). Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang mirip bintang, berbiji besar dan berwarna coklatatau putih. Daging buahnya renyah, rasanya manis dan sedikit asam. Daun muda waluh juga dapat dibuat sebagai sayur.
  • Waluh didatangkan ke Indonesia dari benua Amerika diperkirakan pada abad ke-19 oleh pemerintah kolonial, meskipun ada kemungkinan sebelumnya juga sudah diperkenalkan secara perorangan. Jenis yang tumbuh di Indonesia kebanyakan adalah C. moschata dan C. pepo. Jenis-jenis ini biasanya dibedakan dari buahnya diantaranya adalah
  1. Cucurbita pepo. Buah C. pepo biasanya relatif kecil dibandingkan dengan lainnya, dengan tangkai buah agak membesar di bagian perbatasan dengan buah, agak bersudut (berjumlah lima), dan tidak “tenggelam” ke dalam buah. Warna buahnya dapat hijau atau kuning, tidak selalu jingga. Zucchini termasuk dalam C. pepo dan baru diperkenalkan belakangan ke Indonesia, pada tahun 1980-an sebagai sayuran eksotik. Di Amerika Serikat, C. pepo dianggap sebagai pumpkin sejati dan mencakup
  2. Cucurbita moschata. Buah C. moschata berukuran besar, keras kulitnya, cenderung berbentuk lonjong. Daging buahnya lunak dengan rasa mulai dari tawar sampai manis. Tangkai buah keras, bersudut, membesar di bagian dekat buah, dan “tenggelam” ke dalam buah. C. moschata mencakup kebanyakan waluh yang dikenal orang.
  3. Cucurbita maxima. C. maxima mencakup banyak waluh berukuran besar sampai raksasa. Meskipun demikian, tumbuhan ini relatif kurang tahan kering dan panas dibandingkan jenis waluh lainnya. Batangnya lunak dan tangkai buahnya tidak membentuk sudut, tidak membesar di bagian dekat buah, dan sangat tenggelam.

Kandungan Gizi

  • Labu mempunyai banyak varietas, dari lebih 40 jenis labu, baru sedikit yang dimanfaatkan manusia sebagai bahan pangan. Di sisi lain, buah dari tanaman merambat ini sangat kaya akan kandungan serat, vitamin, mineral dan air. Banyak pakar gizi dan kesehatan berkomentar kalau Labu bermanfaat untuk kesehatan.
  • Labu Waluh mengandung energi sebesar 29 kilokalori, protein 1,1 gram, karbohidrat 6,6 gram, lemak 0,3 gram, kalsium 45 miligram, fosfor 64 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Labu Waluh juga terkandung vitamin A sebanyak 180 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 52 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Labu Waluh, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 77 %.

Komposisi Kandungan Nutrisi dan Gizi Pada Labu Waluh :

Nama Bahan Makanan : Labu Waluh
Banyaknya Labu Waluh yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
Bagian Labu Waluh yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 77 %
Jumlah Kandungan Energi Labu Waluh = 29 kkal
Jumlah Kandungan Protein Labu Waluh = 1,1 gr
Jumlah Kandungan Lemak Labu Waluh = 0,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Labu Waluh = 6,6 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Labu Waluh = 45 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Labu Waluh = 64 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Labu Waluh = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Labu Waluh = 180 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Labu Waluh = 0,08 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Labu Waluh = 52 mg

  • Penelitian ilmiah pada Medical News Today menyebutkan labu kaya dengan vitamin A dan C. Makan labu baik untuk jantung dan mengandung serat, kalium dan vitamin C untuk asupan jantung. Bahka dapat menurunkan risiko kanker prostat dan kanker usus besar.
  • Hasil penelitian dari Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi Universitas Gajah Madamenunjukkan bahwa daun labu berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan Kwaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara bijinya juga juga bisa menjadi obat cacing pita.
  • Daging buahnya pun mengandung antioksidan sebagai penangkal kanker. 
  • Labu Kuning juga dapat digunakan untuk penyembuhan radang, pengobatan ginjal, demam dan diare. Labu Kuning mengandung Karotenoid (betakaroten), vitamin A dan C, mineral, lemak serta karbohidrat.

      Iklan

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

      Connecting to %s