10 Makanan Panas dan Makanan Dingin Khas Indonesia Paling Favorit

wp-1514190617566..jpgMinuman khas Indonesia

  • Minuman panas
    1. Bajigur. Bajigur adalah minuman tradisional khas masyarakat Sunda dari daerah Jawa Barat, Indonesia. Bahan utamanya adalah gula aren dan santan. Untuk menambah kenikmatan dicampurkan pula sedikit jahe, garam, dan bubuk vanili.Minuman yang disajikan hangat ini biasa dijajakan bersama Bandrek, kacang rebus, ubi rebus, klepon, dan lain sebagainya dalam satu gerobak. Dalam penyajiannya, kadangkala ditambah dengan sedikit kolang-kaling (atau biasa disebut cangkaleng dalam Bahasa Sunda) yang diiris tipis. Bajigur paling pas untuk dinikmati kala hujan ataupun cuaca dingin.Seiring dengan perkembangan zaman, Bajigur dibuat dalam bentuk instan berupa bubuk yang tinggal diseduh menggunakan air hangat, tujuannya agar bisa dinikmati secara praktis kapanpun dan di manapun tanpa harus repot-repot membuat Bajigur secara tradisional.
    2. Sekoteng. Sekoteng adalah minuman asli Jawa Tengah berasa jahe yang biasa dihidangkan panas. Bahan lain yang biasanya dicampur ke dalam minuman sekoteng adalah kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan potongan roti. Sekoteng biasa dihidangkan pada malam hari. Sekoteng biasanya dijual keliling dengan menggunakan gerobak pikul. Satu sisi untuk panci air jahe beserta kompornya sedangkan sisi lain adalah tempat bahan campuran dan tempat mempersiapkan sekoteng.
    3. Serbat.  Di Indonesia serbat adalah minuman khas yang diramu dari bahan-bahan alami, laiknya jamu. Bedanya, jika jamu berasa pahit, maka serbat ini berasa pedas, karena pengaruh jahe. Bentuknya bundar selebar koin Rp100 namun tebal dan berwarna cokelat. Di Indonesia serbat berkembang sebagai perpaduan ramuan jamu Jawa dan Tiongkok. Ramuan Jawa ini terlihat pada jahe, kencur, merica, serai, cabepuyang, kemiri, adas pulowaras, dsb. Sedangkan ramuan dari Tiongkok terlihat pada bahan bahan ganti, waron, mesoyi, akar, juankiong, dan kayu legi. Serbat enak diminum dengan air hangat. Kala musim penghujan atau di daerah pegunungan, serbat banyak diminum untuk menghangatkan badan. Selain itu cocok juga untuk menghilangkan pegal-pegalperut kembung, dan masuk angin.
    4. Wedang jahe.  Wedang Jahe Minuman tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun menjadi sajian yang sangat unik. Minuman tradisional dibuat dari bahan-bahan alami dan diolah dengan cara yang sederhana. Beberapa minuman tradisional juga mempunyai khasiat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Salah satunya yaitu Wedang Jahe.Wedang jahe (bahasa Indonesia: “Teh jahe”) adalah hidangan minuman teh jahe tradisional dari daerah Jawa Tengah dan Timur,Indonesia yang umumnya dihidangkan panas. “Wedang” sendiri adalah bahasa Jawa yang berarti “minuman panas”, namun dalam hal ini berarti “teh”. Walaupun tanpa kandungan kafeina, minuman ini sering kali disajikan dan dinikmati seperti teh. Minuman ini dibuat darigula jahe dan kelapa / gula batu. Masyarakat Indonesia juga menggunakan jahe bubuk sebagai bahan umum di resep tradisional mereka.
    5. Kopi Jahe
    6. Susu Jahe
    7. Wedang Uwuh.  Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang. Wedang uwuh ini adalah minuman khas dari Yogyakarta. Pada awalnya wedang uwuh masih dalam bentuk bahan utuh berupa rempah-rempah asli, namun seiring perkembangan zaman dan kebutuhan akan kepraktisan, saat ini wedang uwuh sudah dikembangkan menjadi dalam bentuk instan, maupun bentuk celup.
    8. Wedang Ronde
    9. Sarabba
    10. Adon-adon coro

wp-1514190617566..jpg

  • Minuman dingin
    1. Cendol.  Cendol merupakan minuman khas Sunda yang dahulunya terbuat dari tepung hunkwe, namun kini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah “cendol” mungkin sekali berasal dari kata “jendol”, yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Indonesia; hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala meminum es cendol. Tepung beras diolah dengan diberi pewarna hijau dan dicetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan. Di Sunda, cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Di Sunda, minum cendol disebut ‘nyendol’. Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari.
    2. Es teler.  Es teler adalah koktail buah di Indonesia. Alpukat, kelapa muda, cincau, nangka, dan buah-buahan lainnya disajikan dengan santan, susu kental manis, daun Pandanus amaryllifolius (biasanya dalam bentuk sirup rasa kelapa dan pandan), gula, dan sedikit garam. Es teler merupakan minuman asli dari Jawa Tengah, Indonesia. Asal mula atau sejarah ternyata dari Kabupaten Sukoharjo. Pada tahun 1957, minuman ini muncul karena di temukan oleh Hj.Samijem Darmo Putro (Ibunda Tukiman Darmowijono), warga desa Juron, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah. Hj. Samijem dan Tukiman adalah orang pertama yang menemukannya. “Memang awalnya saya yang menemukan racikan es teler itu. Setelah itu, es teler makin banyak dimana-mana. Saya sengaja tak mematenkannya,” ujarnya. Demi menopang hidup, keluarga Darmo Putro merantau ke Jakarta sebagai pedagang buah asongan didaerah Menteng, Jakarta Pusat. Dirasa hasil dari berdagang buah kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga Darmo Putro (Tukiman Darmowijono) lalu berinisiatif untuk menjual es buah. Seiringnya berjalannya waktu, mereka berinovasi dengan mencampurkan buah nangka, kelapa, alpokat, sirup, dan susu. Tanpa diduga, banyak orang yang suka dengan campuran berbagai buah tersebut. Nama itu diambil dari ungkapan seorang pelanggan yang mengatakan “esnya bikin teler“. Dari ungkapan tersebut es teler dirasa cocok sebagai nama minuman lezat ini.
    3. Es Campur
    4. Es Cincau.  Cincau (Hanzi, pinyin: xiancao) adalah gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan tertentu dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air. Kata “cincau” sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (Hanzi, pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini. Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar (misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk serta peluruh.
    5. Legen. Legen adalah nama minuman tradisional yang banyak ditemukan di sekitar wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Indonesia. Minuman ini diambil dari bagian pohon siwalan. Jika kita menuju Kota Yogyakarta melalui jalur selatan dari Jakarta, kita akan menemui pedagang Legen atau Badeg di 7 Km sebelah barat Kota Gombong tepatnya di Kecamatan Rowokele, Kebumen Jawa Tengah.
    6. Bir Pletok.  Bir pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.
    7. Limun Sarsaparilla.  Limun Sarsaparilla, minuman sarsaparilla atau di kalangan masyarakat tertentu di Daerah Istimewa Yogyakarta disebut Saparella adalah minuman yang di hasilkan dari tanaman Sarsaparilla yang menurut cerita dari masyarakat Yogyakarta khususnya Sleman, adalah minuman para raja-raja pada masanya. Minuman ini merupakan soda hasil dari fermentasi air tanaman sarsaparilla yang pertama di Pulau Jawa. Karena langkanya tanaman ini sehingga membuat minuman ini sulit ditemukan. Dan yang membuat istimewa dari minuman ini adalah karena rasanya yang unik dari soda pada umumnya. Minuman ini adalah minuman soda pertama di Indonesia. Limun merupakan salah satu minuman tempo dulu yang cukup populer dengan kandungan soda yang sedang pada tahun 1960-an, namun seiring perkembangan zaman, minuman lokal Indonesia ini mulai ditinggalkan dan sulit dijumpai lagi. Salah satu varian rasa yang cukup populer adalah rasa sarsaparilla (banyak yang menyebutnya sarsi atau saparella). Seperti halnya minuman ringan yang banyak dijumpai di toko dan modern market, limun sarsaparilla sendiri dibuat dari air berkarbonasi yang menggunakan cita rasa khas batang tanaman sarsaparilla (zarzaparrilla /”Smilax regelii”) sebagai varian rasanya. Sekalipun sulit dijumpai, tetapi minuman ini masih memiliki kelompok penggemar setia yang dengan rajin masih berburu minuman saparella yang mulai dikenalkan kembali secara aktif di beberapa kota besar di Pulau Jawa.
    8. Lahang.  Lahang merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari nira atau air sadapan sari aren. Rasa manis dan segar adalah ciri dari minuman ini. Minuman ini dikenal di seluruh Indonesia, tetapi lebih dikaitkan dengan minuman khas Sunda. Lahang dikenal memiliki kualitas sebagai minuman isotonik tradisional. Lahang diperoleh dari sadapan pohon aren. Bagian yang disadap adalah bunga jantannya. Cara menyadapnya pun tidak sembarangan, para petani biasanya akan berangkat lebih awal untuk menyadap aren agar kesegarannya terjaga. Konon pada kondisi tertentu air dari bunga jantan pohon aren ini bila terlambat disadap akan berubah menjadi cuka atau tuak. Pohon dari bunga yang akan disadap akan sangat baik bila sudah berusia 5 tahun. Menyadap nira dari bunga jantan tidaklah mudah. Beberapa lama sebelum disadap, ijuk yang melekat pada tongkol bunga jantan harus dibersihkan. Juga pelepah yang menghalangi tongkol.

      Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan di siang hari.

    9. Minuman Gempol
    10. Gempol Plered

1514189376832.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s